Persepsi
Sehat dan Sakit
Pengobatan Batuk Bayi Dengan Daun Katuk
Oleh :
I Kadek Sudarsana
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Uuniversitas Halu Oleo
Gambar
1: Dau Katuk
Batuk
menimbulkan perasaan tidak nyaman, jangankan bayi kita saja pasti jadi tak bisa
tidur nyenyak jika setiap kali batuk. Pada bayi, tentu akan lebih sulit dalam
mengatasi batuknya, karena bayi tidak
bisa diberikan bahan kimiawi. Meskipun aman bagi orang dewasa, tetapi tidak
bagi si balita karena dapat mengakibatkan efek samping yang sangat
membahayakan. Sebelum mengatasinya, kenali dulu jenis batuk yang di alami si
balita apakah batuk kering atau batuk basah. Beberapa gangguan kesehatan yang
menyebabkan batuk kering antara lain pilek, flu, batuk rejan dan croup. Sementara
batuk basah disertai napas cepat (sesak) bisa disebabkan oleh pneumonia. Batuk pada bayi
umumnya merupakan batuk kering yang terasa mengganggu di dada dan merupakan
gejala dari pilek atau flu. Batuk akan dialami anak setidaknya sebanyak delapan
kali pada tahun pertama hidupnya, karena sistem kekebalan tubuhnya masih
berkembang. Batuk biasanya juga diikuti dengan demam, radang tenggorokan,
hidung tersumbat atau terdapat ingus, mata merah, nafsu makan menurun, dan
pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau di belakang kepala.
Gejala-gejala inilah yang membuat anak menjadi rewel dan lebih sensitif dari
biasanya.
Masyarakat
Hindu di daerah Desa Lambarese Padaidi percaya untuk mengatasi batuk bayi dapat
diberikan air dari daun katuk yang di kukus. Tradisi ini telah dipercaya secara
turun temurun, termasuk di keluarga saya sendiri. Pada umumnya, daun katuk jarang
terdengar di kalangan masyrakat modern kerena tanaman ini umumnya hanya di
temui di daerah pedesaan. Kebanyakan orang desa menggunakan tanaman katuk
ini sebagai pagar hidup dan daunnya digunakan sebagai bahan utama sayur bening
yang enak. Selain digunakan sebagai bahan utama sayur bening tanaman ini juga
bermanfaat bagi kesesehatan tubuh dan juga sangat dikenal sebagai tanaman
yang melancarkan air susu ibu.
Masyarakat percaya
karena selain mudah didapatkan dan banyak tersedia disekitaran juga mereka
lebih mempercayaai obat alami yang tanpa bahan kimiawi yang dapat berefek pada
si buah hatinya. Selain itu, daun katuk juga mempunyai banyak manfaat karena
kandungan zat gizi yang banyak. Daun katuk
mempunyai kandungan zat besi,protein, dan karbohidrat dan juga kaya akan
vitamin A, B1 dan C, kandungan gizi
inilah yang dapat meredakan batuk dan flu. Pengolahannya pun cukup
mudah, ambil daun katuk segeggaman tangan orang dewasa yang sudah dicuci
bersih, tambahkan sedikit irisan bawang mereh dan bunga dari belimbing. Setelah
itu daun katuk akan dikukus selama beberapa menit, biasanya proses pengukusan
ini bersamaan saat sedang memasak nasi. Wadah yang digunakan untuk mengukus
daun katuk tersebut terbuat dari daun yang dibentuk sedemikian rupa. Setelah
masak, didiginkan kemudian airnya diambil dan disaraing. Kemudian diberika pada
si bayi, biasanya metode ini dilakukan saat masih pagi hari. Cara ini dipandang
sangat mudah juga memberikan dampak yang baik pula.
Memang obat
batuk yang terbuat dari daun katuk ini memberikan dampak yang baik bagi
kesembuhan batuk si bayi. Selama ini belum ada masalah mengenai dampak
pemberian obat batuk dari daun katuk ini. Kita juga tidak dapat semata-mata
mengatakan hal itu tidak baik dari segi medis karena hal tersebut sudah
merupakan kebudayaan mereka. Akan tetapi yang jadi masalah adalah pada saat
kapan obat itu diberikan. Masyarakat tidak mengetahui secara pasti mengenai batasan
umur saat memberikan obat tersebut.
Meskipun itu
merupakan obat tradisional akan tetapi perlu diperhatikan lebih detail lagi.
Karena kita tidak tahu banyaknya takaran atau jumlah yang diberikan padi bayi
untuk mengatasi masalah batuknya. Karena seperti yang kita ketahui setiap orang
mempunyai kebutuhan asupan gizi yang berbeda-beda. Memang benar bahwa daun
katuk dapat menyebuhkan batuk akan tetapi yang masalahnya masyarakat tidak
mengetahui pasti usia umur pemberian obat ini. Masyarakat hanya mengetaui bahwa
jika bayi terserang batuk daun katuk merupakan obat yang sangat efektif.
Jika bayi
terkena batuk, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan yaiytu :
1. Memposisikan kepala bayi lebih tinggi dengan menambahkan
beberapa bantal
2. Uap dapat dilakukan saat hendak memandikan si bayi karena uap
dapat melancar saluran pernafasan yang tersumbat akibatr lender.
3. Memberikan minyak esensial untuk dihirup bayi
4. Memijat bayi dengan bawang merah
5. Biarkan bayi terpapar sinar matahari pagi beberapa menit
6. Memijat bayi secara rutin dengan minyak kelapa
7. Meletakkan bayi ditempat
yang nyaman terutama jauh dari asap rokok
8. Mengatur pola makan bagi ibu sebagai sumber ASI
Ada banyak
metode yang dapat kita lakukan yang juga merupakan metode tradisional yang jauh
dari bahan-bahan kimiawi. Namun perlu juga di ingat bahwa kita juga perlu
memperhatikan kesehatan secara medis untuk mendukung pengobatan yang kita
lakukan salah satu contohnya melakukan imunisasi secara rutin. Namun, jika
batuk pada bayi yang disertai keluhan lain seperti sesak napas, batuk darah,
nafsu makan berkurang, anak tampak lemas, sulit tidur, muntah, kulit jadi pucat
atau kebiruan, batuk lendir kehijauan atau kekuningan, batuk berkepanjangan
hingga berminggu-minggu, berat badan berkurang, dan demam merupakan kondisi
serius yang perlu ditangani segera oleh dokter. Segera bawa bayi kerumah
puskesmas atau sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan segera.
“ Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati ”

Tidak ada komentar
Suwandy Berpesan :
1. Berkomentarlah dengan baik dan sopan
2. Saya akan selalu melihat setiap komentar, tetapi tidak semuanya saya jawab
3. Terimah kasih -_-